Kenalan dengan Kode E (2)

Assalamualaikum, Setelah kita berkenalan dengan kode E (bagian 1), yang sering terlupa padahal harusnya kita hindari. Ada lagi kode E lainnya yang sebaiknya diwaspadai karena masih abu-abu. Kenapa masih abu-abu? Karena mereka bisa berasal dari hewan, tumbuhan, atau sintetis. Sebenernya yang golongan ini lebih membingungkan ya heheh. Eh tapi, sebelum terlalu jauh, saya mau mengumumkan …

Continue reading Kenalan dengan Kode E (2)

Apakah Daging Sapi dan Ayam di Eropa Sudah Pasti Halal?

Assalamualaikum 🙂 Permasalahan yang sering ditemui di kalangan masyarakat muslim Indonesia di Eropa adalah kangen makan daging (ayam dan sapi), tapi belum jelas kehalalannya. Atau, kangen makan fastfood atau restoran masakan negara tertentu, tapi belum jelas kehalalannya. Sebelum menjawab pertanyaan itu, ada pertanyaan pendahuluan yang perlu dijawab: Bagaimana praktik penyembelihan di Eropa? Apakah semuanya halal? …

Continue reading Apakah Daging Sapi dan Ayam di Eropa Sudah Pasti Halal?

Lemak dan Gliserin: Halal nggak sih?

Assalamualaikum ! Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan kedua bahan tersebut. Secara alami, gliserin terdapat pada senyawa lemak. Kita mundur sedikit ya untuk berkenalan dengan lemak secara umum. Jadi, lemak terdiri dari rangka gliserol dan 3 asam lemak. Kalau lemak mengalami saponifikasi dan hidrolisis (dipecah rangka gliserol dan asam lemaknya), kita …

Continue reading Lemak dan Gliserin: Halal nggak sih?

Berhaji dengan Anak dari Belanda, Mungkinkah?

Assalamualaikum! Kali ini, saya mau menepati janji nih. Di postingan perihal penitipan anak, saya juga menjelaskan tentang kemungkinan untuk membawa anak selama prosesi haji. Awalnya, saya kira itu impossible lho. Ternyata, bahkan kawan seperjalanan kami ada yang membawa serta balitanya yang berusia 23 bulan. Masyaa Allah, luar biasa memang keluarga tersebut. Nah, saya berinisiatif menceritakan …

Continue reading Berhaji dengan Anak dari Belanda, Mungkinkah?

Persiapan Haji: Wasiat, Warisan, Hutang, dan Penitipan Anak

Tiga hal tersebut adalah yang paling bikin cirambay dan emosional banget pas ngerjainnya. Kenapa? Karena selama mempersiapkannya, saya selalu dihinggapi pertanyaan: bagaimana saya mempertanggung jawabkan amanah ini.. Apakah amanah ini mendekatkan saya pada surga dan keridhoan-Nya atau hanya sebatas perhiasan duniawi belaka, bahkan mungkin malah mendekatkan pada neraka dan murka-Nya.. Tapi, mau tak mau, siap …

Continue reading Persiapan Haji: Wasiat, Warisan, Hutang, dan Penitipan Anak

Perubahan setelah Haji

Assalamualaikum, To the point aja ya postingan kali ini. Setidaknya ada 3 parameter utama apakah haji seseorang itu mabrur atau tidak. Menjadi sumber keselamatan Meninggalkan kebiasaan buruk dan meningkatkan (Jumlah dan kualitas) kebiasaan baik Semakin sering memberi makan orang yang membutuhkan (kepedulian sosial/ kebermanfaatan sosial meningkat) Mabrur sendiri bermakna menjadi makin baik; terpelihara kebaikannya. Diambil …

Continue reading Perubahan setelah Haji