Maroko: Destinasi Wisata yang Kaya!

Perjalanan ini kami tempuh tanpa ekspektasi apapun. Que serra serra. Yang terjadi, ya terjadilah. Tapi ternyata negara kaya budaya, sejarah, dan persahabatan dengan bangsa sendiri ini menyimpan berjuta kejutan.

Agustus 2018 lalu kami berwisata ke Maroko. Rasany itu keputusan wisata terbaik yang pernah kami ambil deh. Enriching banget. Mulai dari perilaku manusianya, wisata budaya, alam, kuliner, sampai sejarahnya. Komplit deh!

 

Idza ji’tal Maghrib fala tastaghrib

Jangan heran kalau sedang di Maghrib (Maroko)

(pepatah tentang Maroko)

 

Kami merasa sangat beruntung dan bersyukur bisa menikmati perjalanan ini dengan tour guide yang sangat sabar. Bukan hanya itu, pengalaman tour guiding belasan tahun, kemampuan Bahasa Arab yang mumpuni, koneksi sana sini, plus selera makan yang memanjakan lidah membuat kami terkesan dengan negeri argan ini.

Ibaratnya bemper mobil, keterampilan guide dari Kelana Cahaya Tour membuat kami bisa mengatasi banyak kejutan. Ya sesuai pepatah di atas, di sana banyak kejutan. Kejutan perilaku, fun fact, dan hal-hal tak terduga yang bikin roller coaster. Eh, ralat. Guide kami deng yang mengatasi, saya dan keluarga tinggal nurut terima beres dan pasti aman.

Memang siapa sih tour guide kami?

Yak, Mbak Ima dan Aa Risyan, founder Kelana Cahaya Tour adalah tour guide andalan kami. Saya mengenal beliau berdua saat masih menempuh Pendidikan master di Belgia. Kami bertemu saat ada kesempatan menginap bersama di rumah salah seorang kawan karib kami. Di sanalah silaturahmi bermula.

Aa Risyan adalah mahasiswa master di Maroko Jurusan Islamis Studies dan Peradaban Islam. Beliau tentu pandai berbahasa Arab dan Bahasa lokal Maroko (saat menulis ini, beliau sudah lulus). Nah, Mbak Ima adalah sang istri yang ulet, terampil, jago masak, apik, dan hobi travelling. Kombinasi keduanya membuat kami sangat nyaman menjalani wisata kali ini. Pas jalan-jalan, Aa Risyan menjelaskan nilai sejarahnya, cerita asal usulnya, dan hikmah-hikmahnya. Trus beliau juga jago foto dan videografi. Jadi asli deh kami turis banget pas jalan-jalan. Yang suka travelling mandiri dari nol pasti ngerti deh maksudnya turis banget tuh gimana. heheh. Terima jadi.

Mbak ima, dengan skill bikin itinerary-nya membuat waktu kami sangat efisien dan efektif dalam mengunjungi berbagai spot-spot menarik. Trus, karena jago masak dan tahu tempat jajan enak, maka kami tidak mengalami mabuk tajin. Biasanya, turis-turis yang ke Maroko itu bosen dan pegel makan tajin terus karena emang bumbunya ya itu itu aja, hanya beda jenis daging dan sayurnya. Nah Mbak Ima ini tahu alternatif tempat makan lain yang enak dan recommended. Trus karena kami sempat menginap di rumah beliau di Rabat, dapat bonus nasi kebuli kambing deh. Mantap!

Lihat deh foto di atas, A Risyan sampe mau gendong Fatih yang kecapean. Di foto kanan bawah, kita lagi dijamu nasi kebuli di rumah mereka. Nikmat banget ya, kakinya Fatih ampe diangkat gitu.

 

Yang bikin perjalanan bersama Kelana Cahaya Tour berkesan:

  1. Skill tour guide udah terpercaya. Karena mereka pernah dipercaya Trans7 untuk meliput dan memandu acara Jazirah Islam yang dipandu host Nadila. Ada ketrampilan lain yang secara personal saya kagumi, kemampuan mereka tetap tenang dan menenangkan tamu. Perilaku orang Maroko yang bagi orang timur kurang halus ini kadang membuat kami senewen, plus udara panas yang secara alami bikin senewen. Nah entah gimana caranya, Mbak Ima dan A Risyan ini jago mengambil hati orang yang marah-marah jadi ceria dan ramah, plus menghibur hati kami yang gundah jadi tenang. Hebat deh. Salut.
IMG_20180827_33
Salah satu spot wisata yang jarang diketahui orang lain di Fez
  1. Live like a local. Saya suka banget dengan pengalaman wisata kemarin, karena meskipun kami turis, kami hidup seperti lokal. Rasanya memilih backpacking bukan pilihan yang salah deh. Karena kami jadi melihat karakter asli warga local, bagaimana mereka hidup, kebiasaan, value mereka, dan merasakan keramahan asli warga local. Apalagi kami berkesempatan menginap 2 malam di rumah Mbak Ima, selain rumahnya apik, kami jadi pengalaman shalat berjamaah di masjid dan berinteraksi dengan tetangga mereka.
IMG_20180828_47
Sempat mencicipi naik tram juga lho di Rabat
  1. Referensi tempat akomodasi, tourist spot, dan tempat makan. Tempat akomodasi pilihan mereka selalu memuaskan. Meskipun mungil, tapi bersih dan apik. Dan mereka sudah menjalin kerjasama dengan pengurus akomodasi, sehingga semua berjalan lebih mudah. Seperti yang saya ceritakan bahwa mereka memiliki kombinasi yang unik sebagai tour guide, wawasan mereka secara umum tentang kebudayaan Islam juga membuat kami mendatangi dan memahami sejarah Islam dengan lebih kaya. Saya berkesempatan berziarah ke makam Ibnu Batutah, memahami bentuk arsitektur dan menara masjid yang kelak akan ditiru di Andalusia, bahkan menikmati pasar di malam hari sambil jajan kentang goreng.

 

 

Hal-hal ajaib yang bisa ditemui di Maroko

  1. Sistem taksi

Taksi di Maroko memiliki warna yang berbeda tiap kota. Jadi, melihat keunikan itu jadi hiburan tersendiri bagi kami. Trus, maksimal penumpang hanya 4 orang termasuk supir. Jadi kalau mau naik taksi, kami harus sewa 2 taksi karena suami dan A Risyan gak bisa gabung dengan kita. No dempet dempet club deh. Kalau mau naik taksi, harus tawar menawar dan nyetop kayak mau naik angkot. wkwkkw. Dan ini yang paling ajaib, selama jumlah penumpang kurang dari 4, masih boleh angkut penumpang lain yang searah. Jadi, jangan heran ya kalau tiba-tiba pak supir angkut orang lain di mobil yg kita naiki. hehehe.

 

  1. Makanan minim proses.

Sebagai anak food tech yang kelamaan makan processed food di Eropa, ini keren banget. Ya meskipun resikonya jadi lama harus nunggu masak dulu. Karena mereka hanya akan masak sesuai pesanan aja on the spot alias dadakan. Tapi rasanyaaaa.. JUARA! seger asli dan otentik. Jus buah aja bisa enak banget gatau kenapa. Butter aja bikin fresh tiap pagi untuk dijual. Beda banget sama yg kita temui di swalayan. Makanan kesukaan saya adalah roti milui dan butter. Gurih, anget, manis ringan. Pas, gak eneg. Aduh enak banget deh, selalu kangen makanan Maroko kalo inget cara masaknya.

 

  1. Buah kaktus.

Believe it or not, ini enaaaak dan dijual di seluruh pengkolan jalan di Maroko. Bagaikan penjual gorengan di Indonesia lah. Teksturnya kayak jambu biji, tapi rasanya kayak buah persik. Dan lagi, buah ini baru akan dikupas kalau kita beli, dan harus dikupas sama abangnya karena luarnya berduri tajam.

 

  1. Jangan ke Maroko pas arus balik mudik pasca idul adha.

Wassalam deh kalau begini ceritanya. Pertama karena tiketnya lebih mahal. Kedua, karena macet dan penuh sesak orang mau mudik (atau pulang mudik). Kami pulang dari Maroko berencana naik ferry menyebrang Selat Gibraltar ke Spanyol. Perjalanan yang normalnya hanya 2 jam, bereksponensial menjadi 10 jam pemirsa. Karena kami terjebak di arus mudik ini. Oh My.. harus lihat-lihat kalender deh kalau ke sana hehe.

 

Intinya, saya belum puaaaass karena belum naik unta dan lihat Pegunungan Atlas..

 

Semoga ada kesempatan lain wisata ke Maroko (mungkin plus Mesir) bersama Kelana Cahaya Tour. Ohiya Fyi, setiap keuntungan dari tour guiding ini akan digunakan untuk membangun Ecopesantren oleh Mbak Ima dan Aa Risyan. Kalau begini kan, saya merasa perjalanan ini gak sia-sia dunia akhirat ehehhe…

IMG_20180829_84
🙂

Salam sayang dari kami yang ketagihan ke Maroko tapi belum tahu kapan bisa kesana 🙂

yosay aulia blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s