Persiapan Haji dari Belanda: Dokumen

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, segala puji dan kemuliaan hanya milik Allah Tuhan semesta alam yang menggenggam kehidupan di langit dan di bumi. Tahun 1438 H lalu, Allah berkehendak memampukan kami (suami dan saya) untuk bisa menyempurnakan rukun Islam yang ke-5. Semoga Allah menjaga kualitas haji kami dan menjadikannya haji yang mabrur dan bernilai di sisi Allah. Semoga ibadah ini bisa selalu menjadi penyemangat untuk selalu meningkatkan kualitas kehambaan dan nilai manfaat dimanapun kami menjejakkan kaki.

 

Nah, motivasi saya menuliskan ini adalah untuk membantu teman-teman yang berniat menuaikan haji juga dari Belanda. Mohon doanya ya semoga Allah selalu menjaga keikhlasan niat untuk bisa memberikan pencerahan yang bermanfaat.

 

Saya juga terinspirasi dari catatan haji beberapa rekan di Belanda. Misalnya Monik dan Mbak Yurina. Saya pikir, membuat catatan ini akan sangat membantu para calon jamaah karena keberangkatan dari Belanda (kayaknya) agak beda ya dengan dari Indonesia. Kalau seingat saya, panitia KBIH dari Indonesia sudah sangat well prepared dan berusaha maksimal demi melayani jamaahnya. Ya, pastinya karena Indonesia kan penyumbang jamaah haji terbesar tiap tahunnya. Maka perencanaannya pun harus sangat matang. Semua urusan mulai dari kesehatan, perlengkapan, dokumen, persiapan ruhiyah dan manasik, seragam, akomodasi, dan penerbangan; semua dipersiapkan secara rinci. Bahkan, di Saudi ada banyak restoran Indonesia dan swalayan Indonesia lhoo.. Intinya, persiapan jamaah dari Belanda akan lebih mandiri kalau dibandingkan dengan jamaah dari Indonesia. Tapi semoga itu tidak mengurangi kualitas hajinya ya.. Nah, berdasarkan pengalaman cari info sana sini dan belajar agak serabutan, maka saya pikir ada baiknya kalau pengalaman dan pengetahuan ini dibagi. Semoga bermanfaat 🙂

 

Nah, tentang agen travel, ini pilihan yang cukup krusial. Karena meliputi penyediaan fasilitas selama ibadah, sebelum keberangkatan (visa, penerbangan, dan manasik), serta pasca prosesi haji. Hal yang perlu dicari tahu adalah Bahasa pengantar, manhaj yang digunakan, dan program persiapannya. Oh, review dan rekomendasi dari teman juga penting sih hehe.

Kalau di Belanda, ada beberapa travel agen yang pernah saya tahu.

  1. Mili gorus. Ini travel agen dari Turki, ada cabangnya hamper di seluruh Eropa. Bahasa pengantarnya Turki dan Belanda (kalau yang dari Belanda).
  2. Ibnu Khaldun. Ini travel agen dari Maroko. Bahasa pengantarnya Maroko dan Belanda.
  3. Celebrity Hajj. Bahasa pengantarnya Belanda.
  4. Masjid Al Hikmah Den Haag. Ini bahasa pengantarnya Indonesia.
  5. Masjid Indonesia Rotterdam.
  6. Euro Muslim Amsterdam. Ini juga travel dari Indonesia, Bahasa pengantarnya Indonesia. Tapi, Euro Muslim sendiri bekerja sama dengan Diwan Travel yang menyediakan jasa umrah dan haji. Nah, untuk lebih jelasnya bisa baca tulisannya Monik tentang Euromuslim dan Diwan Travel.
  7. Humah Stichting Haremyen.

Cerita dari beberapa rekan Indonesia dari Belanda yang pernah saya dengar, mereka menggunakan jasa Mili Gorus, Masjid Alhikmah, Massjid Roterdam, dan Euromuslim. Kami sendiri menggunakan jasa dari EuroMuslim.

 

Oke, jadi misalnya kita udah tahu ya mau berangkat dengan travel agent mana. Maka selanjutnya adalah persiapan keberangkatan. Tentang persiapan sendiri, saya mengelompokkan jadi beberapa bagian:

  1. Dokumen
  2. Ruhiyah
  3. Kesehatan fisik
  4. Perlengkapan dan alat

 

Dokumen

Dokumen ini penting untuk aplikasi visa ke Kedutaan Saudi di Belanda. Biasanya teknisnya adalah mengumpulkan seluruh dokumen ke pemimpin rombongan. Nanti beliau yang akan menyampaikan ke travel agent untuk kemudian diserahkan ke Kedutaan Saudi. Tapi, sebelum persiapan dokumen, ada beberapa syarat lagi:

  1. Calon jamaah wanita (di bawah usia 45 tahun) diharuskan memiliki mahram (bisa suami, adik, kakak, ayah) dan ditunjukkan dengan dokumen resmi. Misalnya kalau saya dan suami, menggunakan uitreksel dari gementee.
  2. Calon jamaah haji memiliki verblijf (resident permit) yang masih berlaku paling sedikit 6 bulan setelah keberangkatan.
  3. Calon jamaah jai memiliki paspor yang masih berlaku paling sedikit 1 tahun setelah keberangkatan.

Nah, anggap saja semua persyaratan sudah terpenuhi ya. Selanjutnya, ini dokumen yang perlu dipersiapkan.

  1. Paspor asli (bukan copy, dan sesuai syarat di atas)
  2. Verblijf dari Belanda asli (bukan copy, dan sesuai syarat di atas)
  3. Pas foto latar putih 4 lembar
  4. Uitreksel suami istri (bisa diminta ke gementee. Biasanya gementee akan tanya tujuannya apa, bilang aja untuk visa haji. Insyaallah mereka akan mengerti. Yang perlu diperhatikan adalah, di uitreksel itu harus tercantum status suami istri nya dan tanggal pernikahannya)
  5. Buku nikah (ini opsi pilihan sih, bisa nomer 4 atau 5. Saya pribadi pakainya uitreksel)
  6. Formulir pendaftaran (akan diberikan oleh pemimpin rombongan)
  7. Buku vaksin meningitis oleh GGD kota setempat. Fyi, vaksin meningitis ini berlaku selama 3 tahun (masa aktifnya) dan paling lambat kita vaksin 1 bulan sebelum berangkat. Tapi pada prakteknya, sebaiknya kita ambil setidaknya 4 bulan sebelumnya supaya tidak terlalu buru-buru. Ohiya, kita bisa bikin janji ke GGD untuk vaksin dan biasanya waktu tunggunya sekitar 1 bulan (untuk kasus saya begitu hehe). Jadi intinya, jangan terlalu mepet untuk vaksin ini.

Semua dokumen ini dikumpulkan paling telat 1-2 bulan sebelum keberangkatan. Jadi, jika ada rencana travelling atau harus ke Indonesia untuk menitipkan anak, sebaiknya diperhitungkan juga waktunya. Dan untuk persiapan kondisi darurat, seluruh dokumen (termasuk visa nantinya) sebaiknya di-copy dan disimpan. Plus untuk paspor, visa, verblijf, dan buku vaksin, copy dan aslinya dibawa selama haji. Biasanya panitia akan meminta dokumen aslinya untuk memudahkan urusan administrasi selama di Saudi. Nah, kita pegang copy nya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Selamat berbekal, sebaik-baik bekal adalah taqwa 🙂

 

Wassalamualaikum

signature yosay aulia blog

One thought on “Persiapan Haji dari Belanda: Dokumen

  1. Pingback: Perbedaan Haji dari Indonesia dan Belanda – LOVE YOUR LIFE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s