Persiapan Haji dari Belanda: Ruhiyah

Dokumen sudah siap. Lalu, apa lagi ?

 

Selanjutnya adalah persiapan ruhiyah. Menurut saya pribadi, persiapan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih serius daripada persiapan lainnya. Kenapa? Karena kita perlu menghadirkan niat yang ikhlas, hati yang bersih, dan tujuan yang jelas dalam menjalankan ibadah ini. Sunatullah-nya, ibadah ini special kalau dibandingkan dengan ibadah lain atau rukun islam yang lain. Di dalilnya disebutkan, khusus ibadah haji ini, kata Lillah ditekankan dengan sangat jelas. Maknanya, kemurnian dan kelurusan niat karena Allah menjadi kunci utama ibadah ini.

 

Berikut ini persiapan saya sesuai kebutuhan ruhiyah saya saat persiapan. Mungkin setiap orang pengalaman dan kebutuhannya beda-beda. Nah, semoga dari pengalaman saya ini ada yang bisa diambil kebaikannya.

  1. Menjaga dari makanan dan minuman yang belum jelas kehalalannya karena ini syarat mutlak terkabul atau tidaknya doa kita.
  2. Memperbanyak ibadah kepada Allah, istighfar setiap sebelum tidur, dan tahajud
  3. Rajin bermunajat dan minta dimudahkan segala urusan kepada Allah
  4. Menitipkan semua urusan duniawi kepada Allah misalnya pekerjaan, anak, keluarga, keuangan, kesehatan, dan lain-lain
  5. Meningkatkan amalan sunnah
  6. Minta doa restu orangtua
  7. Kalau bisa bikin rencana muhasabah rutin. Misalnya, setiap jumat, atau setiap habis subuh. Tujuannya untuk me-review ulang selama sekian tahun kehidupan di dunia ini, dosa apa saja yang pernah dilakukan, kebaikan apa yang belum dilakukan, dan mau menjadi apa setelah haji nanti. Saya sendiri mengelompokkannya berdasarkan masa sekolah, peran, dan komunitas. Alasannya selain lebih gampang mengingat amanah dan kekurangan, memudahkan untuk minta maaf ke rekan yang bersangkutan, juga untuk pemetaan kenaikan kualitas pasca haji. hehe.

Misalnya :

  • Masa sekolah : SMP, SMA, Kuliah
  • Peran: hamba Allah, umat Rasulullah, ibu, istri, anak, menantu, kakak, teman/ sahabat
  • Komunitas: alumni sekolah, grup pengajian, grup rumah (ini bisa dibantu dari grup whatsapp ya kayaknya heheh)
  • Tempat yang pernah ditinggali : Tangerang, Bandung, Groningen, dst..

Nah, dari peta itu, buatlah daftar pribadi dan dimulailah menghisab diri sendiri dengan jujur dan sedetail-detailnya. Lanjutkan dengan istighfar dan taubat. Dari kesalahan itu nanti bisa dilihat, kualitas apa saja yang perlu ditingkatkan dan kekurangan apa yang harus dihilangkan. Intinya, niatkan untuk membersihkan diri sebersih-bersihnya sebelum bertamu ke rumah Allah nanti.

Saya sendiri merekomendasikan untuk melakukan ini, karena hasilnya luar biasa. Terasa banget bahwa Allah Maha Pengampun dan kita tak berdaya tanpa bimbingan-Nya.

  1. Menetapkan tujuan. Iya, ibadah memang karena Allah. Tapi saya lebih suka membuat sebuah target saat akan melakukan sesuatu. Karena manusia yang paling beruntung adalah yang semakin baik dari waktu ke waktu. Dan ibadah haji ini adalah momentum yang tepat untuk jadi titik balik.

 

Dari poin 5 di atas, nanti kita bisa melihat tipe kepribadian kita seperti apa. Dan apa yang mau ditingkatkan. Kalau saya misalnya, bermunajat agar Allah menuntun saya jadi hamba yang ikhlas, tawadhu, tawakkal, dan menemukan jati diri penciptannya. Insyaallah metode ini akan membuat ibadah kita lebih terasa bernilai di hati, karena ada tujuan ruhiyah yang ingin dicapai.

 

  1. Memperkaya dan membekali diri dengan taqwa yang semakin meningkat. Ada beberapa langkah yang saya lakukan:
petunjuk-haji
untuk pemula, buku ini recommended. ringkas dan jelas. (sumber dari sini)

 

8610051_275f086c-27d1-4833-8981-9aa817c4bc4b
buku ini banyak mengupas tentang fiqih. Seingat saya, EuroMuslim juga pakai buku ini sebagai acuan. (sumber dari sini
73img-20170829-wa0008
Buku ini banyak mengupas sisi maknawi dan goal setiap ritual haji. (sumber gambar dari sini)
buku_purification_of_the_heart_tanda__gejala__dan_obat_penya
ini penampakan bukunya. (sumber gambar dari sini)
  1. Membuat daftar doa dan target ibadah selama di tanah suci. Misalnya target khatam alquran selama di sana, target nambah hafalan, target sedekah, dan target infaq. Tujuannya agar setiap waktu yang bergulir selama kita di sana tidak terbuang percuma dan disibukkan bukan dari urusan akhirat. Pas Bulan Dzulhijjah setan nggak diiket seperti Bulan Ramadhan, jadi waspadalah dengan tipu daya dan pengalihannya yang sangat lihai. Heheh

Sepertinya itu dulu, semoga bisa bermanfaat ya.. Intinya berbekallah dengan baik, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa.

 

Wallahu a’lam bishawab

 

Wassalamualaikum

signature yosay aulia blog

5 thoughts on “Persiapan Haji dari Belanda: Ruhiyah

  1. Pingback: Ritual Haji – LOVE YOUR LIFE

  2. Pingback: Perbedaan Haji dari Indonesia dan Belanda – LOVE YOUR LIFE

  3. Pingback: Perubahan setelah Haji – LOVE YOUR LIFE

  4. Gena

    Mashallah Mbak Yos inshallah bermanfaat sekali info2nya terutama bagi saya yg msh awam soal haji ehehe… Terimakasih banyak ilmu2nya semoga Allah SWT memblsnya kebaikan2mu aamiin 🙏🤗

    Like

    1. Yosay Aulia

      Alhamdulillaaah.. aamiinn.. sesama perantau jauh dr kajian memang harus ekstra insyaallah ada kebaikan tersendiri hehhe.ini mbak gena yg d finland kan ya?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s