Selamat Malam, Bidadariku

Ini adalah malam ke-2065 aku berada di sampingmu. Setelah menggendong tubuh mungilmu ke tempat tidur, berbagi cerita dan cita sembari membelai rambut ikalmu, kemudian mengakhirinya dengan doa dan kecupan di keningmu, aku tertidur. Namun aku akan selalu terbangun. Tiga puluh menit setelahnya, ketika dengkuran halusmu mulai terdengar merdu, aku terbangun. Hanya demi memandangi lelapmu dan mengecup kelopak matamu.

Terima kasih, Tuhan.

Selalu itu yang terlintas dalam hati.

Ini adalah malam ke-2065. Dan lelapmu terlihat selalu tenang dan menghanyutkan. Wajahmu tetap terbalut senyum meski terlihat lelah. Nafasmu teratur. Aku bahagia memandangimu. Kau adalah wanita yang mendampingiku menapaki jejak hidup bersama.

Bidadariku, semoga kita bertemu di surga-Nya kelak, sembari menatap wajah-Nya bersama

 

Ditulis di Leuven, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s