Jogja

duhai jogja,

tanah airmu
adalah yang mula mula
mengalir di tubuhku
melalui air kehidupan
dan darah ibuku
aku tahu kau tak sempurna
tapi jangan paksa aku berpaling
tak kan pernah bisa
seperti aku
yang tak pernah bisa
mengisi sebuah teka teki:
apa yang tertinggal di sana
di tanahmu.
setiap kali aku beranjak pergi,
selalu ingin kembali
setiap aku kembali,
selalu tak mau pergi
.
eh tapi aku pernah mendengar cibiran keras:

katanya kamu panas ya?

mungkin yang bilang begitu, belum pernah jalan subuh keliling alun alun utara
sambil sesekali bertegur sapa dengan simbok penjual lupis gula jawa
sehingga mereka belum pernah merasa
kesejukan asli
dalam ramah tamah
dan sikap nrimo
dari orang yang katanya kecil
tapi berjiwa besar
yang terasa jujur, manis, dan indah seperti tiap potong lupis di sebungkus daun pisang

Duhai Tuhan,

kalau aku boleh terlahir kembali,

tolong lahirkan aku sebagai orang Jogja lagi..

2 thoughts on “Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s