Jalan Menanjak

2006

Suatu malam di sebuah lingkaran kecil yang terdiri dari manusia-manusia duduk saling bersisian. Mereka berkumpul di selasar Gedung asrama putri setelah melaksanakan salat isya berjamaah di masjid. Salah satu di antara mereka, yang paling senior, tengah seksama menyampaikan sebuah hal penting. Manusia lainnya ada yang diam mendengarkan, khusyu menahan kantuk, atau berkelana dengan pikirannya sendiri. Aku, termasuk golongan kombinasi yang pertama dan ketiga. Serius mendengarkan sembari berkelana dalam benak sendiri. Berupaya menelaah satu demi satu kalimat yang muncul dari sang Pembina asrama.

Pembina asrama

Demi Allah, kita bisa menyelesaikan tilawah, membaca tafsir, bahkan menghapal seluruh isi Alquran. Tapi mengamalkan 1 ayat saja, itu perjuangan lain.

***

2015

Malam hari juga. Kumpulan manusia juga. Berkerumun dalam ruang tamu sang tuan rumah yang hangat setelah menyelesaikan makan malam bersama. Mendengarkan salah seorang yang paling senior menjelaskan sesuatu yang hebat. Kata-katanya bisa menggiring pendengarnya ke era perjuangan kemerdekaan NKRI.

Pak ustadz

Kalau saja setiap manusia memilih satu saja ayat Alquran untuk ia amalkan, maka ia akan jadi manusia yang membawa perubahan baik. Contohnya Muhammadiyyah yang istiqomah mengamalkan nilai dan pesan dalam surat Al-Maun. Hanya dari satu pengamalan saja, dampaknya bisa sangat luar biasa hingga saat ini.

***

2013

Dini hari. Seorang perempuan yang baru saja menikah selama 2 bulan. Ia tengah bergumul dengan kemasygulan tentang keluarganya. Pasca menyelesaikan salat malamnya, ia memutuskan untuk melanjutkan membaca Alquran dan tercekat sekaligus melihat cahaya bersamaan ketika ia sampai pada:

Al-Qashash:77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

bahkan yang bagian paling menohok hanya 1 kalimat dari ayat itu.

***

2015

Perempuan yang sama, yaitu aku, manusia yang sama di ruang tamu malam tadi, berpikir. Kenapa aku tidak memilih 1 ayat saja untuk bisa kuamalkan setidaknya dalam hidupku sendiri. Sepulangku dari perkumpulan itu di ruang tamu salah satu teman kami, aku melaksanakan salat isya. Kulanjutkan membaca Alquran, dan sampailah pada:

berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu,

tebarlah2bkebaikan
gambar dari sini

This verse must be something for me. Then I will pick this to apply for the rest of my life. At least I try.

***

2014-2018

Kadang aku lupa kalau kehidupan dunia itu hanya ujian dan sebenarnya sebentar saja. Ujian tiap orang berbeda. Ada yang diuji dengan harta yang berlimpah, ada yang diuji dengan harta yang cukup saja. Orang lain menerima ujian berupa anak pintar berprestasi tapi pendiam, yang lain anaknya tak berprestasi akademis sekaligus tak punya musuh. Keluarga satu menghadapi ujian melalui pasangannya, keluarga lain ujiannya ada pada mertuanya. Sebuah jiwa diuji dengan lapar, jiwa lain dengan takut.

Tidak ada yang sama.

Yang sama adalah: kalau dihadapi dengan baik karena Allah, Allah pasti menolong.

Aku: diuji dengan punya perasaan terlalu sensitif dan gak suka diomongin orang di belakang atau punya konflik dengan orang lain. (plus tentunya ada lah pasti tokoh yang jd jalannya ujian itu hehe).

Tapi sebenarnya kayaknya nih ya, ujian aslinya adalah:

Seberapa besar aku berjuang untuk istiqomah mengamalkan ayat ini:

berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu,

…………………….

Setidaknya sisi malaikat dari hatiku berbisik: please, kamu boleh gak suka sama dia atau kelakuannya. Tapi please, demi bikin Allah senang dan demi kebahagiaan accomplish your willing. Please, be nice to them even the ones who irritating too much.

Iya

Karena surga itu di atas, jalannya nanjak.

signature yosay aulia blog

6 thoughts on “Jalan Menanjak

    1. Yosay Aulia

      wah assalamualaikum bu yulva. saya nh harus makasih banyak krn miss yulva mau jd guru saya hehehhe.. saya gak bs ngajar miss, cuma banyak baca trus trial and error nukis sendiri heheh

      Liked by 1 person

  1. kayanya minggu ini minggu perenungan .. aku juga bikin tulisan perenungan .. tpi urung aku publish … jadinya publish yg lain yg tetep sih curhat 😄 …
    semoga kita bisa fokus pada kebaikan diri sendiri tanpa peduli keburukan org lain ya … i feel youuuu

    Liked by 2 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s