Perubahan setelah Haji

header1m1c

Assalamualaikum,

To the point aja ya postingan kali ini.

Setidaknya ada 3 parameter utama apakah haji seseorang itu mabrur atau tidak.

  1. Menjadi sumber keselamatan
  2. Meninggalkan kebiasaan buruk dan meningkatkan (Jumlah dan kualitas) kebiasaan baik
  3. Semakin sering memberi makan orang yang membutuhkan (kepedulian sosial/ kebermanfaatan sosial meningkat)

Mabrur sendiri bermakna menjadi makin baik; terpelihara kebaikannya. Diambil dari kata Birr yang artinya baik. Saya pernah denger kajian juga sih ada tingkatan ihsan dan birr dan keduanya memiliki definisi yang berbeda. Tapi sayangnya saya lupa heheh.

kabah yosi

Bagaimana dengan Haji Kita?

Di postingan tentang persiapan ruhiyah, saya menyampaikan pentingnya evaluasi diri dan menetapkan tujuan. Evaluasi diri berguna agar kita tak kembali pada keburukan yang dulu sering kita lakukan. Tujuan perlu ditetapkan agar kita semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

Maka, sebelum melakukan ibadah haji, persiapkan sebaik-baiknya ruhiyah kita. Karena itulah yang akan jadi bahan bakar semangat kehambaan kita bahkan setelah kembali ke rutinitas kehidupan pasca haji.

 

Bagaimana dengan Saya?

Evaluasi dan tujuan yang saya tulis ini banyak membantu saya dalam mengarahkan hidup, memanfaatkan waktu dan amanah, serta memfokuskan energi. Karena ditulis, semua target dan evaluasi itu benar-benar tertanam di benak saya. Benar-benar menunjukkan dan jadi reminder kapanpun dan dimanapun saya melangkah. Alhamdulillah. So, I recommend this method very much.

Menjauhi ghibah. Itulah salah satu goal saya. Sebab ini kegiatan yang udah fix banget banyak jeleknya daripada bagusnya.

  1. Rugi, karena semua kebaikan kita ditransfer ke orang yang dighibahin. Sayang banget kan ya capek capek nahan laper pas puasa, atau capek bangun tahajud tiap malem, atau ngantuk ke masjid subuhan tapi pahalanya ditransfer buat orang yang dalam hal ini kurang kita sukai perangainya
  2. Menciptakan kebencian di hati orang lain
  3. Buang-buang waktu, tenaga, dan pikiran. Ngomongin orang tuh (apalagi kalau berjamaah) bikin makin cape hati tapi waktunya ngalir bahkan menyublim entah jadi apa tanpa dilalui dengan sebuah kebaikan.

 

Apakah Harus Haji dulu untuk Berubah Jadi Baik?

Setiap habis shalat fardhu, setiap hari jumat, setiap Ramadhan, dan setiap umroh/haji adalah milestone  yang sudah difasilitasi Allah untuk mengevaluasi diri. Mungkin timeframe yang kecil itu bisa jadi sarana pemantasan diri kita untuk diundang Allah ke rumah-Nya demi perubahan baik yang luar biasa. Misal dengan berlatih bikin target Ramadhan atau target ibadah mingguan.

Yang pasti, kalau kita tidak lebih baik dari masa lalu kita adalah golongan yang merugi.

 

Wallahua’lam

Regards,

signature yosay aulia blog

 

sumber:

http://www.nu.or.id/post/read/80706/tiga-ciri-haji-mabrur-menurut-rasulullah-saw

https://muslim.or.id/1891-tanda-tanda-haji-mabrur.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Perubahan setelah Haji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s